Skip to content

Peran

2 September 2014

Disadari atau tidak, setiap orang berperan dalam suatu Rencana Besar. Ada orang yang cerdas, ada yang telmi. Ada orang yang berbakat memimpin, ada orang yang berbakat mengatur, ada orang yang berbakat menjadi pengikut.

Ada orang yang mampu mengumpulkan banyak harta, ada yang cuma mampu sedikit. Ada orang sering berpergian, ada yang di kantor aja. Ada orang yang suka mikir dan merencana, ada yang suka bergerak.

Masing-masing punya peran. Temukan dan sadari peran itu dan lakukan yang terbaik. Jangan sombong, jangan minder.

Manchester United

20 February 2014

Saya merasakan kebencian luar biasa dengan pendukung Man Utd di negeri ini.

Mungkin cemburu, tidak rela ada orang lain yang mencintai sesuatu selain saya. Wajar dong. Bayangkan saya telah mendukung tim ini dari saya kelas 5 SD, ketika saya menyaksikan Road to Wembley di TVRI, gol ketiga United pada semifinal FA CUP 89-90. Gol itu diciptakan Danny Wallace.

Sekarang saya tanya ke fans United lainnya, siapa yang kenal Danny Wallace? Si Danny inilah yang membuat saya jatuh cinta dengan kostum merah bertuliskan SHARP. Gol kaki kirinya dilakukan sambil berlari terjatuh terguling, setelah mengecoh kiper Oldham.

Di saat temen-temen SD mendukung AC Milan atau Inter Milan (maklumlah pada saat itu jaman keemasan liga Itali), saya dukung United. ‘Tim apaan tuh?’ seloroh mereka waktu itu. Tanpa mereka dan saya sendiri menyadari, bahwa 2 tahun setelah itu tim ini mendominasi jagad persepakbolaan selama 20 tahun.

Jadi sorry ya, saya sudah mencintai klub ini sebelum kalian semua. Saya beda dengan kalian. I’m in a different league.┬áTidak sama orang yang mencintai pada saat sebelum sukses, dan pada saat setelah sukses, hehe.

Ignore this.

 

Kematian 2

20 February 2014

Stephen Hawking bilang, surga dan neraka itu diciptakan oleh orang-orang yang takut gelap.

Semua orang takut gelap. Yaitu suatu kondisi di mana orang tidak dapat membayangkan apa yang ada di sekelilingnya. Indera tidak bisa menangkap apa2. Mata tidak melihat apa-apa, telinga tidak mendengar apa-apa, hidung tidak mencium apa-apa.

Itulah kematian bagi Stephen Hawking. Kegelapan, ketiadaan.

Gue? Gue pilih surga lah.