Skip to content

Kenang-kenangan dari Madinah

27 August 2012

Maret 2012, cuaca di Madinah dingin menggigit. Lambat laun ada kehangatan dari dalam hati meresap dan menjalar melalui darah keseluruh tubuh ini. Di Masjid Nabawi, kulihat menara menjulang terlihat cantik dibingkai payung.

Hari itu Jum’at. Tampak bagian dalam Masjid terisi penuh; pemandangan seperti ini bukan hanya di hari Jum’at saja di Masjid Nabawi, tiap hari, tiap waktu sholat. Masjid Nabawi selalu ramai.

Selesai sholat kusempatkan diri ini berdesakan berziarah ke makam Rasulullah dan dua sahabatnya Abu Bakr dan Umar.

Keluar masjid, pasar kaget yang muncul tiap selesai waktu sholat dilatari money changer dan deretan toko-toko penyaji makanan. Koin dan lembaran kertas di dompet seakan menggelitik ingin keluar.

Payung-payung di dalam masjid merekah melindungi jamaah dari panas terik matahari.

Ups, sudah mau magrib, payung-payung pun mulai menutup malu-malu.

Ketika malam tiba, sungguh menakjubkan pemandangan menara masjid dengan pencahayaan yang khas.

Hari terakhir di Madinah, usai sholat tidak lupa mengambil beberapa tembakan ke arah ornamen-ornamen interior Masjid Nabawi sebagai kenang-kenangan.

Dan foto terakhir seraya mengucap selamat tinggal.

Tunggu aku kembali. Wahai masjid Nabi. Suatu saat aku akan kembali.

Madinah, 15 s/d 19 Maret 2012

Advertisements
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: