Skip to content

Tentang Datangnya Mbak Maria

6 October 2009

Maria Ozawa mau datang ke Indonesia, dan seperti semua hal yang abu-abu, ini telah menjadi pro-kontra. Indonesia memang negara abu-abu. Bukan negara yang sekuler, bukan pula negara puritan.

Yang pro terhadap kedatangannya memiliki dalih bahwa kedatangannya bukan untuk melakukan kegiatan yang selama ini melekat pada sosok Miyabi (nama Maria Ozawa dalam peran-perannya di film-film porno) yaitu bermain film porno; ia datang untuk bermain film lokal (yang tidak porno), jadi nggak papa dong…

Mbak Melly Goeslaw dalam suatu artikel di Bibir Mer pun tak luput ikut membela Miyabi. Ia bilang masyarakat diminta untuk tak menilai manusia dari pekerjaan yang ia lakukan (pemain fim prono). Bahkan masyarakat harus bisa dewasa menganggap profesi tersebut sebagai suatu pekerjaan seni. Toh Miyabi ke sini untuk memajukan perfilman Indonesia. Ia akan bermain di sebuah karya seni karya anak bangsa.

Bahkan Putri Indonesia 2009, mbak Zivanna, lebih heboh lagi. Ia bilang sosok Miyabi yang mendunia akan membantu mempromosikan Indonesia di mata internasional.

Saya tidak setuju dengan pandangan mereka. Pertama, walaupun ia akan bermain film yang tidak porno, Miyabi datang dalam kapasitasnya sebagai bintang porno yang digandrungi banyak orang di sini. Di film itu pun ia berperan ‘as herself’ (thus, sebagai bintang porno, Note: film tersebut berjudul ‘Menjemput Miyabi’ bukan ‘Menjemput Maria Ozawa’). Beda apabila Maria datang untuk berlibur ke Bali atau wisata bencana ke Padang Pariaman. Membiarkan in terjadi sama dengan mendukung dan membenarkan aktivitas yang ia lakukan, dan…

Kedua, saya tidak akan pernah dapat berpikir dan membenarkan bahwa profesi pemain film porno adalah suatu profesi seniman. Suatu karya seni bagi saya adalah karya menumbuhkan inspirasi (bukan syahwat). Seniman adalah mereka yang memiliki kemampuan tidak sekadar mengeksploitasi tubuh belaka. Dan saya tidak setuju apabila film tersebut nantinya akan menjadi karya seni anak bangsa. Itu hanya akan jadi karya murahan anak bangsa yang mengeksploitasi sosok Miyabi untuk memasarkan film-nya.

Ketiga, betul kata mbak Zivanna, dengan menerima kedatangan Miyabi ‘as herself’, Indonesia akan dikenal sebagai negara yang demokratis, terbuka, modern, dan maju, yang menjunjung tinggi asas kemerdekaan individu dalam melakukan aktivitasnya, apapun itu (kecuali teroris dan kriminal tentunya). Betul bahwa, semakin maju suatu negara, seks semakin bebas, dan industri seks menjadi semakin legal dan ikut menjamur. Tapi maaf Mbak, saya tidak mau negara saya maju dan dikenal seperti itu.

Mungkin akhirnya mbak Maria tetap datang ke sini, apa mau dikata.

Advertisements
4 Comments leave one →
  1. omcu permalink
    12 December 2009 6:04 pm

    maz gauz ..
    wah tulisannya boleh juga yah

    say no to miyabi

  2. gauzal permalink*
    13 December 2009 10:41 am

    makasih mas andri yang ganteng dan baik hati 🙂

  3. andri permalink
    23 December 2009 3:21 pm

    miyabi emang gagal
    tapi klo yg ini udah jalan mas
    cekidot .. >> http://movie.detikhot.com/read/2009/12/16/150810/1261252/619/bintang-porno-jepang-topless-di-film-indonesia

  4. gauzal permalink*
    24 December 2009 11:05 am

    iya ya, ‘suster keramas’? kaget saya mas. ya ampyuuuuuun… ckckck. Daripada cekal Balibo mending cekal film ini (tapi ah pasti pada protes, UU pornografi aja masih simpang siur). yukyukyuk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: